Penjasorkes XI-smt 2

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Anak-anak sekalian, pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang :

  1. Permainan Sepak Bola
  2. Permainan Bola Voli
  3. Aktivitas Permainan Bola Kecil
  4. Aktivitas Akuatik

Selanjutnya anda bisa mengerjakan beberapa soal di bawahnya sebagai bahan latihan.

Selamat belajar.

Pak Budiman Arifin

 

PERMAINAN SEPAK BOLA

Adapun peraturan-peraturan tersebut sebagai berikut:

A. Pelanggaran dan tindakan yang kurang sopan

1.  seorang pemain dikatakan melakukan pelanggaran apabila dengan sengaja melakukan salah satu dari Sembilan pelanggaran berikut

  • Menyepak atau mencoba menyepak lawan
  • Melompati seorang pemain
  • Menjegal lawan atau menjatuhkan lawan dengan kaki kiri dari depan ataupun belakang
  • Menyerang lawan dari belakang,kecuali jika ia menghalang-halangi
  • Menyerang pemain lawan dengan kasar
  • Memegang lawan
  • Memukul atau mencoba memukul lawan/meludahinya
  • Memegang bola
  • Mendorong lawan

2. Seorang pemain yang melakukan satu dari lima pelanggaran berikut:

  • Cara bermain yang dianggap berbahaya
  • Menyerang dengan bahui sewaktu bola tidak berada dalam jarak permainan
  • Pada waktu tidak memainkan bola ia dengan sengaja menghalng-halangi lawan
  • Sengaja meyerang penjaga gawang
  • Ketika menjadi penjaga gawang ,semena-mena dalam melakukan siasat

3. Seorang pemain harus diberikan peringatan apabila sebagai berikut.

  • Ia masuk ke dalam lapanganpermainan atau masuk kembali dalam lapangan tanapa seijin wasit
  • Ia terus-menerus melanggar peraturan permainan
  • Ia menunjukkan dengan kata atau perbuatan suatu putusan yang diberikan wasit

4. Seorang pemain harus dikeluarkan dari lapangan permainan apabila sebagai berikut:

  • Menurut pendapat wasit ia bersalah karena tindakan kasar atau permainan kotor
  • Ia menggunakan kata-kata kotor
  • Ia tetap melakukan tindakan yang tidak pantas walaupun  telah menerima suatu peringatan

B. Tendangan Bebas

  1. Tendangan bebas adalah suatu tendangan yang bebas dari gangguan lawan sekurang-kurangnya  sejauh 9,15 m
  2. Ada dua macam tendangan bebas,yaitu sebagai berikut
  • Tendangan bebas langsung
  • Tendangan bebas tidak langsung

C. Tendangan Hukuman

Tendangan hukuman dan pengusiran dari lapangan adalah hukuman yang berat dalam permainan sepak bola

D. Pelanggaran dari pihak penahan

E. Pelanggaran dari pihak penyerang

F. Pelanggaran yang terjadi saat tendangan hukuman dilaksanan

  1. Pelanggaran dari pihak penahan
  2. Pelanggaran bersama dari pihak penahan dan penyerang
  3. Jika tendangan hukuman diulangi,baik penjaga gawang maupun penendang hukuman boleh diganti dengan pemain lain

 

 

PERMAINAN BOLA VOLI

1. Latihan formasi permainan bola voli

Untuk memenangkan pertandingan bola voli,diperlukan taktik dan strategi bermain yang baik. Dalam bola voli terdapat taktik dan strategi yang berupa taktik peyerangan dan taktik pertahanan.

Taktik Perorangan adalah strategi perorngan dalam menggunakan kemampuan fisik,teknik dan mental agar memperoleh kemenangan disetiap pertandingan yang dilakukansecara sportif dan jujur.Mengetahui kemampuan setiap pemain dalam satu regu bola voli sangat dibutuhkan dalam merancang teknik penyerangan dan teknik pertahanan.

Taktik Kelompok dapat dilakukan oleh dua sampai lima pemain. Taktik ini dapat digunakan untuk takti penyerangan maupun taktik pertahanan

Taktik Kolektif adalah Suatu strategi yang dilakukan oleh satu regu(melibatkan semua pemain)., Taktik kolektif dilakukan dalam bentuk kerjasama untuk mencari suatu kemenangan dalam pertandingan yang sportif.Taktik kolektif dapat dilakukan dalam menerima servis,pertahanan terhadap smash,dan taktik dalam penyerangan terhadap lawan.

2. Latihan bermain kombinasi penyerangan permainan bola voli

  • Latihan bermain switching (tukar tempat)
  • Latihan bermain relay(penyerangan bertubu-tubi)

3. Latihan Pertahanan Permainan Bola Voli

Latihan pertahanan kurang menyenangkan dibandingkan dengan latihan penyerangan bagi para pemain. Tanpa ada pertahanan yang sempurna,seperti menerima servis,smash dan passing bola dari serangan lawan,akan sukit melakukan serangan

Dalam melakukan pertahanan harus memperhatikan tiga tahap yaitu sebagai berikut:

  • Latihan tahap pertama: Posisi permulaan (start)
  • Latihan tahap kedua:  Menerima bola
  • Latihan tahap ketiga: Gerakan akhir (follow Through)

4. Peraturan Permainan Bola Voli

a. Posisi atau keadaan bola dalam permainan

  1. Bola di dalam permainan
  2. Bola di luar permainan
  3. Bola masuk
  4. Bola keluar

b. Kesalahan dalam bermain

c. Memainkan bola

  1. Pukulan regu
  2. Sentuhan yang serentak
  3. Pukulan yang di bantu
  4. Karakteristik pukulan

d.Bola Pada Net

  1. Bola Melewati net
  2. Bola menyentuh net
  3. Bola di net (selain bola servis)

e. Pemain sekitar net

  1. Daerah permainan dan tempat
  2. Jangkauan melewati net
  3. Memasuki (melewati) di bawah net
  4. Menyentuh (kontak) pada Net
  5. Kesalahan pemain pada net

f. Servis

Servis adalah Suatu tindakan untuk memasukkan bola ke dalam permainan oleh pemain kanan belakang kanan, yang memukul bola itu dengan satu tangan dari daerah servis.

PERMAINAN BOLA BASKET

1.Hakikat permainan bola basket

Bola basket termasuk jenis permainan yang kompleks gerakannya terdiri dari abungan unsure-unsur gerak yang terkordinasi rapi. Tujuan permainan bola basket adalah memasukkan bola keranjang lawan dan menjaga keranjang sendiri agar tidak  kemasukan bola.

Pada dasarnya gerakan yang efisien adalah gerakan yang benar tanpa kehilangan tenaga yang sia-sia. Misalnya,pada gerakan mendorong sesuatu agar efisien,maka semua otot bekerja kea rah depan. Tidak ada otot yang bergerak kesamping,baik otot-otot pada kaki,paha,badan,lengan dan tangan.Tekhnik adalah cara melakukan atau melaksanakan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif.

Rebound Adalah bola yang memantul kembali ke lapangan setelah mengenai simpai atau papan pantul,dan kemudian berhasil dikuasai oleh salah satu pihak yang bertanding

LEMPAR LEMBING

1.Hakikat lempar lembing

Sejarah lempat lembing berawal pada jaman kuno dan sangat erat hubungannya dengan beranekaragam teknik lempar. Dijaman dahulu lemparan dilakukan dengan berbagai cara, seperti berdiri dengan ancang-ancang mengunakan satu dan dua tangan untuk mengenaisuatu sasaran. Dari lembing ringan untuk berburu yang digunakan bangsa primitive,tombak berat untuk berperang, dan lembing dari abad pertengahan,akhirnya terbentuklah lembing untuk perlombaan seperti sekarang ini.

Lembing terbuat dari logam dan serat kaca (fiberglass). Selama berpuluh-puluh tahun lempar lembing dijuarai oleh para pelempar dari finlandia. Kelangsungan gerak pada lempar lembing erupa awalan,lemparan dan lepasnya serta memelihara keseimbangan.

2. Latihan teknik melempar lempar lembing

Ada dua cara memegang lembing yang banyak digunakan oleh pelempar lembing yaitu cara finlandia dan cara amerika

3. Peraturan perlombaan lempar lembing

a. Bahan atau materi lembing

Ada 3 bahan lembing yaitu mata lembing (terbuat dari metal),badan lembing (terbuat dari kayu atau metal) dan tali pegangan lembing yang terletak melilit pusat gravitasi lembing.Adapun ukuran lembing untuk putra dan putri sebagai berikut:

1)      Panjang lembing untuk putra:2,6-2,7 meter

2)      Panjang lembing untuk putrid 2,2-2,3 meter

b.Lintasan awal

1)      Lintasan awal harus dibatasi garis 5 cm teerpisah 4 meter

2)      Panjang lintasan awalan minimal 30 meter dan maksimal 36.5 meter

c. Sudut lemparan dibentuk oleh dua garis yang dibuat dari titik pusat lengkung-lemparan dengan sudut 29 derajat memotong kedua ujung lengkung lemparan,tebal garis sector 5 cm

AKTIVITAS PERMAINAN BOLA KECIL

Seorang pemain softball harus mengetahui tugas-tugas pokoknya, seperti letak base,posisi pemain,pitcher dan cather.Dengan demikian,sebelum para peain dapat mempraktikkan strategi pertahanan,mereka harus mempelajari dan menguasai daerah yang menjadi tanggung jawabnya. Posisi pemain bertahan antara lain First baseman,second baseman,shortstop,third baseman,pitcher dan cathher yang memiliki daerah dan tanggung jawab yang berbeda.

1.      Posisi first baseman

First baseman (penjaga base pertama) menguasai posisi atau daerah yang tidak terlalu luas.dia berada ditengah antara homeplate dan base pertama dan base kedua

2.      Posisi second baseman

Second baseman (penjaga base kedua) menjaga daerah yang luas ditengah antara base pertama dan base kedua

3.      Posisi Short stop

Short stop memiliki daerah yang luas untuk dikuasai,yaitu daerah sekitar base dua sampai base ketiga dan sekitar daerah posisi depan bagian outfield.Posisi terbaik short stop berada mulai kira-kira diengah antara base kedua dan ketiga

4.      Posisi Third baseman

Third baseman menjaga daerah infield,kira-kiraditengah base tiga sampai dibelakang posisi short stop dan daerah bagian dalam left fielder.

5.      Posisi Pitcher

Pitcher memiliki tugas sebagai pitching (lempar bola terhadapbatter/pemukul)

6.      Posisi Catcher

Catcher lebih banyak menangkap bola disamping menangkap pitcher,membantu menjaga belakag base pertama,mematikan pelari/lawan

AKTIVITAS AKUATIK

A. KESELAMATAN DI AIR

1. Hakikat Penyelamatan di Air

Mengapa kita harus mengetahui cara penyelamatan di air? Usaha seseorang menyelamatkan diri dari kemungkinan terjadinya suatu kecelakaan di air sangat diperlukan. Terlebih lagi tanah air kita adalah Negara yang berbentuk kepulauan sehingga kita harus berusaha unruk memahami dan mempelajari cara menghindarkan diri dari kecelakaan di air.

Setiap orang akan merasakan kesenangan serta sikap rileks di air jika memahami serta menguasai cara berenang yang baik. Salah satu kejadian yang terlihat begitu sederhana, tetapi akibatnya fatal di sekitar air adalah kematian.

Kita juga harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut;

  1. Setelah makan tidak boleh langsung berenang(selambat-lambatnya 1 jam sebelum berenang)
  2. Tidak berenang di air dengan suhu yang terlalu tinggi
  3. Tidak berada di air ketika terjadi angin rebut atau pun halilintar
  4. Tidak berenang saat terik matahari
  5. Tidak berenang di tempat yang suhu airnya sangat dingin

2. Bahaya-bahaya di Air

Walaupun olahraga renang merupakan aktivitas menyenangkan, kita harus sadar segala resiko yang mungkin terjadi terhadap bahaya di air. Bahaya itu kebanyakan timbul dari diri sendiri. Penyebab terjadinya bahaya di air, antara lain panik, sulit bernapas, kejang otot, ombak dan arus air.

3. Cara Praktis Penyelamatan di Air

Cara yang praktis untuk menghindari risiko kematian dalam air adalah mempunyai kemampuan berenang dengan baik. Sebaiknya, keterampilan berenang itu dilengkapi dengan kemampuan menjadi penyelamat, baik untuk pribadi maupun untuk orang lain karena kita tidak pernah tahu yang akan terjadi pada waktu yang akan datang.

 

A. Peralatan Penolong

Untuk usaha penyelamatan di air terdapat berbagai perlengkapan pertolongan yang diperlukan oleh setiap orang yang melakukan aktivitas ini. Perlengkapan-perlengkapan tersebut tersebut, antara lain sebagai berikut:

  1. Tali Lintasan
  2. Ring Pelampung (Ring Buoy)
  3. Penjangkau (Shepherd’s Crock)
  4. Tali Penolong (Heaving Line)
  5. Pos Penyelamat (Safety Post)
  6. Tempat/tangga duduk [enolong (Lifeguard Stands)
  7. Papan Penolong (Backboard)
  8. Ban Pengaman (Rescue Tube)
  9. Usungan Pengangkut (Folding Canvas Stretchers)
  10. Motorboat ( Poerboat/Lifeboats)
  11. Peluit
  12. Masker Selam (Face mask)
  13. Pipa Udara (Snorkets)
  14. Kaki Katak atau Sirip Ikan (Fins Swim)
  15. Pelampung Perorangan (Personal Floation  Devices/PFD’S)

B. Cara Memberikan Pertolongan Kecelakaan Dalam Air

Ketika seseorang berenang mengalami kegugupan, akan berkembang menjadi panic karena tidak ada satupun yang sanggup member pertolongan. Orang-orang tidak menolong karena tidak bisa berenang. Kalaupun bisa berenang, hanya ala kadarnya sehingga tidak mungkin bisa memberi pertolongan.

Ketakutan semacam itu bisa saja menghantui setiap orang yang belum mampu berenang dengan baik. Bahkan sering timbul kesan bila dirinya member pertolongan,bisa-bisa ia terbawa menjadi korban. Bagaimana pun korban sangat membutuhkan pertolongan dengan segera keterlambatan sedikit saja akan mengakibatkan kematian.

Cara memberikan pertolongan kepada korban tenggelam anatara lain sebagai berikut.

1.      Memberi Pertolongan Dengan Jangkauan

  1. Cara memberikan pertolongan dengan jangkauan dari dek
  2. Cara memberikan pertolongan dengan jangkauan turun tangga
  3. Cara memberikan pertolongan dengan jangkauan melalui kaki
  4. Pertolongan dengan alat penjangkau (Shepherds Crock)
  5. Cara memberikan pertolongan dengan korban jauh dari jangkauan
  6. Cara memberikan pertolongan dengan menggunakan ring pelampung
  7. Cara   memberikan pertolongan dengan menggunakan ban (Spare auto tire)

2. Cara Menggunakan Pelampung

  1. Cara menggunakan pelampung di daerah landai
  2. Cara menggunakan pelampung dengan dililitkan kepada penolong
  3. Cara menggunakan pelampung dengan tali di ikat di tepi kolam

3.  Cara Mendekati Korban

Cara mendekati korban dari arah belakang adalah suatu cara penolong yang banyak dipakai dan baik untuk dilakukan, apalagi korban sudah berada di bawah permukaan air.

Cara mendekati korban dapat dilakukan dengan berbgai macam cara, antara lain sebagai berikut.

  1. Mengambil korban mengangkat ketiak
  2. Mengepit dan menarik dagu korban
  3. Mengepit ketiak korban dengan kedua tangan
  4. Mengambil korban dari depan
  5. Mengambil korban dari bawah air
  6. Mengambil korban dari belakng diawali dengan loncatan

4. Cara Mengangkat dan Menarik Korban

Yang perlu diperhatikan penolong saat mengangkat atau menarik ke tepi adalah sikap penolong dalam member pertolongan tidak mengganggu korban.

Hal demikian akan banyak bergantung pada pengalaman dan kemampuan berenang, daya tahan tubuh,kondisi air, jarak yang harus ditempuh, serta ukuran tubuh korban yang harus diangkatnya. Cara mengangkat dan menarik korban, yaitu sebagai berikut.

  1. Mengangkat dengan menyilang dada
  2. Menyilang dada di tambah posisi control
  3. Menarik rambut korban
  4. Menarik pergelangan tangan korban
  5. Menarik baju atau korban

5. Cara Mengeluarkan atau menarik korban dalam air

Untuk mengeluarkan ataupun menarik korban dari air akan bergantung pada kedalaman air tempat korban diangkat.

Cara Mengeluarkan atau menarik korban dalam air antara lain sebagai berikut:

  1. Mengangkat dari kolam tepian yang dangkal
  2. Mengangkat dengan cara menahan
  3. Mengangkat secara tim (Bersam-sama)
  4. Mengangkat denngan cara sadel
  5. Mengangkat korban dari air
This entry was posted in Normatif, Penjasor and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s